Masyarakat Tanggapi Beragam Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

eddye

October 23, 2019

Kesehatan

No Comment

Pemerintah secara resmi meningkatkan kontribusi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mulai tahun depan. Namun, peserta merespons secara berbeda terhadap kebijakan ini. Kebijakan tersebut diatur dalam peraturan presiden 82 tahun 2018 tentang asuransi kesehatan. Biaya kehadiran independen di kelas 1 dan 2 meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan Rp. 80 ribu dan Rp. 55 ribu seharga Rp. 160 ribu dan Rp. 110 ribu. Mengenai peserta kelas 3, lebih tinggi dari Rp. 25 ribu seharga Rp. 42 ribu

Seorang peserta BPJS Kesehatan, Jhonson Onasis (33 tahun) mengatakan dia keberatan dengan kenaikan biaya. Karena dia adalah peserta independen di Kelas 1. “Terlalu mahal jika harganya begitu tinggi, Rp 160.000 terlalu berat,” kata Jhonson kepada Katadata.co.id, Rabu (30/10). Jhonson, seorang pengusaha, harus mengeluarkan dana Rp 800.000 per. Jika kontribusi BPJS Kesehatan meningkat karena ada lima orang dalam keluarganya yang berpartisipasi, ia sebelumnya hanya membayar Rp 4.000.000 sebulan. bulan.

Karena itu ia berencana mengurangi kelas layanan BPJS Kesehatan. “Sulit untuk makan jika tingkat BPJS begitu tinggi sehingga sudah bisa digunakan untuk makanan. Lebih baik pergi ke kelas,” katanya. Dia juga memilih untuk tetap menjadi peserta BPJS Kesehatan karena dia sering menderita demam tifoid. Menurutnya, layanan rumah sakit untuk peserta BPJS Kesehatan tidak baik. Itu sebabnya ia menggunakan polis asuransi lain untuk anggota keluarga tertentu.

Langkah serupa sedang dilakukan oleh Valerie Deva (23 tahun). Karyawan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) berencana untuk menurunkan kelas layanan jika kontribusinya meningkat. “Kelas 1 memiliki kenaikan tertinggi. Tapi saya pikir lebih baik masuk ke kelas layanan,” katanya. Kontribusi BPJS untuk kesehatan ditanggung oleh perusahaan. Namun, empat anggota keluarganya menggunakan layanan dalam kategori kelas satu. “Untuk orang tua dan adik-adikku, aku bisa saja turun kelas,” katanya.

Kasus lain dimediasi oleh peserta lain, Risma Uli (49 tahun). Ibu rumah tangga ini adalah peserta BPJS Kesehatan kelas tiga. Dia menemukan fasilitas kesehatan ini sangat bermanfaat. “Saya menjalani beberapa operasi dan dirawat dengan bantuan BPJS Kesehatan. Bayangkan tidak ada layanan, di mana saya bisa tiba-tiba mendapatkan uang jutaan dolar? ‘Dia berkata. Suaminya dan tiga anaknya juga menggunakan layanan ini. Pegawai swasta David Chan (23 tahun) juga tidak keberatan dengan peningkatan kontribusi BPJS Kesehatan. “Selama kenaikan itu berbanding lurus dengan layanan yang lebih baik, saya tidak keberatan,” katanya.

Related Posts

Demam pada Anak

eddye

September 20, 2019

Kesehatan

No Comment

Kondisi di mana suhu tubuh Anda memiliki suhu lebih dari 38 derajat celsius disebut demam. Demam merupakan reaksi dari proses kekebalan tubuh yang melawan infeksi baik akibat virus, bakteri, atau parasit. Demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau bisa jadi karena reaksi terhadap penggunaan obat tertentu, termasuk antibiotik. Pada dasarnya, demam pada anak […]

Read More

7 Cara Mengobati Mata Kering dan Tetap Sediakan Insto Dry Eyes

eddye

July 20, 2019

Kesehatan

No Comment

Mata kering sekarang tidak hanya dialami oleh lansia saja. Anda berusia 8 tahun pun bisa terjangkit mata mengering karena kondisi lingkungan dan kebiasaan yang mereka lakukan. Kondisi mata mengering ini terjadi ketika air mata tidak mencukupi sebagai pemberi kelembapan pada mata. Gangguan ini dikenal dengan istilah keratoconjunctivits sicca. Gejala yang dirasakan dari mata mengering mungkin […]

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *